Tampilkan postingan dengan label orang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label orang. Tampilkan semua postingan
Selasa, 17 Desember 2013
Jangan Menanyakan Jam Berapa Dengan Sembarangan Orang

Seorang pemuda sedang dalam perjalanannya kembali ke Jakarta dengan kereta Senja Utama. Persis didepannya duduk seorang bapak. Setelah lama berdiam diri, sambil menguap si pemuda bertanya kepada bapak tersebut, "Jam berapa sekarang, Pak?"
Sebuah pertanyaan yang biasa kita tanyakan dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun kan? Dan biasanya kita selalu dapat jawaban.
Namun kali ini sungguh diluar dugaan, si bapak diam saja. Mengira sang bapak agak kurang pendengarannya, pemuda tersebut mengulanginya sampai 3 kali.
Namun si bapak diam tidak bergeming sedikitpun. Karena kesal, pemuda tersebut langsung mencolek bapak tersebut dan berkata, Saya heran mengapa bapak tidak menjawab pertanyaan saya?? Apa sich susahnya?
Si bapak bilang, "Bukannya saya nggak mau menjawab, tapi nanti kalau saya jawab, kita pasti ngomong-ngomong lagi soal ini soal itu, sampai nanti kita jadi akrab".
Si pemuda melongo mendengar ceramah bapak tadi.
Terus dia tanya lagi, "Lalu apa salahnya kalau kita akrab?"
Si bapak bilang, "Nanti anak gadis dan istri saya akan menjemput saya di Gambir,kalau kita akrab, nanti kita akan turun sama-sama. Terus saya pasti mengenalkan mereka sama kamu."
Si pemuda tambah bingung dan penasaran. "Terus pak??" tanyanya lagi.
"Istri saya tuch orangnya baik sekali sama semua orang, nanti dia pasti nawarin kamu mampir ke rumah. Nanti kamu mandi di rumah saya, terus makan di rumah saya.
Nanti lama-lama kamu bisa akrab sama anak gadis saya dan kamu bisa jadi pacar anak saya. Lama-lama kamu bisa jadi menantu saya," katanya lagi.
Si pemuda yang tadi sudah bingung sekarang makin bingung. Lantas dia tanya, "Terus apa hubungannya sama pertanyaan saya yang pertama??"
Sambil berdiri bapak tersebut menjawab dengan lantang,
Sebuah pertanyaan yang biasa kita tanyakan dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun kan? Dan biasanya kita selalu dapat jawaban.
Namun kali ini sungguh diluar dugaan, si bapak diam saja. Mengira sang bapak agak kurang pendengarannya, pemuda tersebut mengulanginya sampai 3 kali.
Namun si bapak diam tidak bergeming sedikitpun. Karena kesal, pemuda tersebut langsung mencolek bapak tersebut dan berkata, Saya heran mengapa bapak tidak menjawab pertanyaan saya?? Apa sich susahnya?
Si bapak bilang, "Bukannya saya nggak mau menjawab, tapi nanti kalau saya jawab, kita pasti ngomong-ngomong lagi soal ini soal itu, sampai nanti kita jadi akrab".
Si pemuda melongo mendengar ceramah bapak tadi.
Terus dia tanya lagi, "Lalu apa salahnya kalau kita akrab?"
Si bapak bilang, "Nanti anak gadis dan istri saya akan menjemput saya di Gambir,kalau kita akrab, nanti kita akan turun sama-sama. Terus saya pasti mengenalkan mereka sama kamu."
Si pemuda tambah bingung dan penasaran. "Terus pak??" tanyanya lagi.
"Istri saya tuch orangnya baik sekali sama semua orang, nanti dia pasti nawarin kamu mampir ke rumah. Nanti kamu mandi di rumah saya, terus makan di rumah saya.
Nanti lama-lama kamu bisa akrab sama anak gadis saya dan kamu bisa jadi pacar anak saya. Lama-lama kamu bisa jadi menantu saya," katanya lagi.
Si pemuda yang tadi sudah bingung sekarang makin bingung. Lantas dia tanya, "Terus apa hubungannya sama pertanyaan saya yang pertama??"
Sambil berdiri bapak tersebut menjawab dengan lantang,
"Masalahnya?
SAYA TIDAK MAU PUNYA MENANTU SEPERTI KAMU.
JAM TANGAN AJA NGGAK PUNYA!
JAM TANGAN AJA NGGAK PUNYA!
Label:
berapa,
dengan,
jam,
jangan,
menanyakan,
orang,
sembarangan
Kamis, 12 Desember 2013
Majalah Porno Untuk Orang Buta
Majalah porno khusus tunanetra telah diluncurkan, lengkap dengan tulisan braille dan gambar bertekstur membentuk anatomi tubuh pria dan wanita dengan pose sensual.
Dalam majalah itu terdapat 17 gambar bertekstur. Di antaranya, menampilkan gambar wanita tanpa busana berpose sedang disko, wanita dengan bentuk payudara sempurna dan ‘robot cinta berperawakan pria’
Majalah ini dirancang oleh Lisa Murphy, dan diberi nama ‘Tactile Minds’. Majalah yang didesain untuk dinikmati penderita tunanetra atau bagi mereka yang mengalami gangguan penglihatan ini bisa didapat dengan harga £150 (sekitar Rp 2 juta).


Murphy, wanita asal Canada ini mengungkapkan, ia menciptakan majalah ini untuk membidik segmen pembaca yang belum terjamah. “Saat ini, belum ada majalah khusus dewasa yang menampilkan gambar model tanpa busana dengan bentuk tactile (bisa diraba),” katanya.
“Kami mencoba mendobrak itu. Majalah ‘Playboy’ sudah memiliki edisi dengan tulisan braille, tapi belum ada edisi yang menampilkan gambar,” ujarnya menambahkan.
Ia juga mengaku bahwa ia membuat majalah ini setelah menyadari pembaca tunanetra dianggap diabaikan dalam budaya erotisme. Antara 1970 hingga 1985 ‘Playboy’ mencetak edisi dalam bentuk tulisan braille, namun tanpa gambar menonjol.
ReadFull Article ..
Dalam majalah itu terdapat 17 gambar bertekstur. Di antaranya, menampilkan gambar wanita tanpa busana berpose sedang disko, wanita dengan bentuk payudara sempurna dan ‘robot cinta berperawakan pria’
Majalah ini dirancang oleh Lisa Murphy, dan diberi nama ‘Tactile Minds’. Majalah yang didesain untuk dinikmati penderita tunanetra atau bagi mereka yang mengalami gangguan penglihatan ini bisa didapat dengan harga £150 (sekitar Rp 2 juta).


Murphy, wanita asal Canada ini mengungkapkan, ia menciptakan majalah ini untuk membidik segmen pembaca yang belum terjamah. “Saat ini, belum ada majalah khusus dewasa yang menampilkan gambar model tanpa busana dengan bentuk tactile (bisa diraba),” katanya.
“Kami mencoba mendobrak itu. Majalah ‘Playboy’ sudah memiliki edisi dengan tulisan braille, tapi belum ada edisi yang menampilkan gambar,” ujarnya menambahkan.
Ia juga mengaku bahwa ia membuat majalah ini setelah menyadari pembaca tunanetra dianggap diabaikan dalam budaya erotisme. Antara 1970 hingga 1985 ‘Playboy’ mencetak edisi dalam bentuk tulisan braille, namun tanpa gambar menonjol.
Langganan:
Postingan (Atom)